[opini] Kedisiplinan adalah Pilihan

Apakah yang dimaksud dengan kedisiplinan?
Bagaimana cara untuk menjadi disiplin?
Banyak buku-buku mata pelajaran di sekolah yang mengajarkan definisi disiplin, sangat banyak ditemukan papan anjuran dan iklan layanan masyarakat mengenai pentingnya disiplin dan tidak kalah marak juga diungkap manfaat dan keutungan menjadi disiplin dalam seminar dan artikel mengenai motivasi. Tapi mengapa hal tersebut sulit sekali untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Padahal keuntungannya sudah sangat jelas dan kerugian dari ketiadaan disiplin juga telah banyak diungkap dan ternyata tidak kalah mengerikan, tapi tetap saja tantangan terberatnya adalah pada level pelaksanaan.

Mungkin permasalahannya ada pada cara memahami disiplin itu sendiri, bagaimana kedisiplinan ini diajarkan pada kita sehingga memepengaruhi anggapan dan respon kita terhadap konsep kedisiplinan. Sebagaimana kita ketahui, pengetahuan tentang kedisiplinan paling banyak kita dapatkan di bangku sekolah atau media informasi lain, sehingga hanya kita anggap seperti pelajaran teori dan sekumpulan norma/aturan, sehingga hanya tersimpan di ingatan dan jarang dilaksanakan.

Definisi disiplin diri, dimanapun anda bisa menemukannya, selama sumbernya bisa dipercaya, adalah ilmu yang berharga bagi anda, dan tidak untuk kita pertentangkan disini. Bagi anda yang langsung bisa mencerna dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka selamat untuk anda dan selamat menikmati keuntungan yang dapat anda raih dengan berdisiplin. Tapi bagi sebagian dari kita yang mengalami kesulitan dalam menerapkannya secara konsisten, mungkin perlu suatu pendekatan lain atau cara pandang yang berbeda terhadap konsep disiplin.

Untuk itu akan saya paparkan cara pandang lain terhadap kedisiplinan.

1. Kedisiplinan adalah cara hidup
Tidak ada yang salah dengan teori. Ilmu pengetahuan dibutuhkan untuk memperluas wawasan, membentuk kebijaksanaan dan membuka banyak pilihan bagi anda untuk mengelola kehidupan anda. Namun satu-satunya cara untuk meraih manfaat dari suatu ilmu pengetahuan hanyalah dengan mengaplikasikannya dalam bentuk tindakan nyata.

Mulai saat ini, pandanglah kedisiplinan sebagai suatu cara/metoda anda dalam mengelola kehidupan anda sehari-hari. Anggaplah disiplin adalah sebuah cara untuk melakukan segala sesuatu, dari mulai anda bangun di pagi hari sampai dengan anda kembali tidur di malam hari. Disiplin adalah cara anda melaksanakan setiap sisi hidup anda. Disiplin adalah cara anda menjawab setiap tantangan. Disiplin adalah cara anda menyelesaikan/mengatasi persoalan, dan disiplin adalah cara anda meraih apa yang anda ingin raih.
Bagaimana caranya? Inilah cara anda melakukannya :

2. Kedisiplinan adalah proses memilih.
Setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita bisa kita bagi menjadi 2 kategori.

Pertama, adalah hal yang penting

Kedua, hal yang tidak begitu penting.

Dalam hal apapun, dalam kondisi bagaimanapun, semua selalu bisa kita bagi menjadi 2 kategori. Penting atau tidak penting, prioritas atau non prioritas, tergantung dari apa yang ingin kita capai. Setiap kita (anda dan termasuk juga saya) pasti menginginkan banyak hal baik terjadi dalam kehidupan kita. Apapun itu bentuknya, seperti mendapatkan kehidupan yang mapan secara financial, karir yang baik, atau terhindar dari kebiasaan negatif dan sebagainya. Yang pasti setiap kita menginginkan banyak hal baik yang ingin dicapai. Dan cara untuk mencapainya adalah dengan disiplin. Yaitu memilih untuk melakukan hal yang penting, atau hal yang memiliki prioritas utama yang mendukung upaya pencapaian segala keinginan anda. Dan berarti pula, meninggalkan hal yang tidak begitu penting.

Mulai sekarang, pilah atau kategorikan segala hal yang terjadi dalam keseharian anda menjadi 2 kategori saja. Yaitu penting atau tidak penting, prioritas atau non prioritas, dan tentunya pilihlah untuk melakukan hal yang penting dan hindari hal yang tidak begitu penting terhadap upaya pencapaian prestasi.

Pandangan ini memberikan kesederhanaan bagi anda dalam menentukan keputusan untuk bertindak, dan menghindarkan anda dari kebingungan saat anda harus menghadapi beberapa kegiatan pada saat yang bersamaan, yang biasanya kebingungan inilah yang menyebabkan anda akhirnya melakukan hal yang paling senang orang lakukan, yaitu tidak melakukan apa-apa. Jadi jika ada beberapa kegiatan yang bisa anda lakukan dalam satu waktu, pilihlah yang paling penting dengan segala konsekuensinya.

Inilah inti pertama dari kedisiplinan, yaitu memilih untuk melakukan hal penting, sebagai wujud nyata dari upaya anda mencapai tujuan, dan meninggalkan hal yang tidak begitu penting untuk tujuan anda, sebagai harga yang anda bayar untuk mencapai prestasi.

3. Kedisiplinan adalah memegang teguh pilihan anda
Ini adalah inti kedua dari kedisiplinan diri, yaitu memegang teguh pilihan anda untuk melakukan hal yang penting dan meninggalkan hal yang tidak begitu penting untuk tujuan anda apapun yang terjadi. Memegang teguh pilihan berarti anda akan tetap menjatuhkan pilihan untuk mendahulukan hal penting, setiap kali anda harus memilah dan memilih. Karena kegiatan memilah dan memilih prioritas ini akan berangsung seumur hidup selama anda masih memiliki keinginan untuk dicapai. Proses memilih ini sangat sering sekali terjadi, mungkin jumlahnya puluhan kali dalam satu hari, tergantung dimensi kehidupan anda.

Kesuksesan atau pencapaian prestasi biasanya tidak terjadi dalam satu atau dua hari, dan aktifitas yang kita lakukan pun tidak hanya satu atau dua saja, bersikap disipin berarti tetap memilih mendahulukan kepentingan dan meninggalkan hal tidak perlu, sesering apapun anda diharuskan memilih. Anda akan tetap menjatuhkan pilihan yang sama tanpa terkecuali.

Jika inti pertama kedisiplinan menyiratkan ketegasan dalan memilih prioritas, maka inti kedua menyiratkan konsistensi, apabila kedua hal ini digabungkan dan dilatih sesering mungkin, maka seiring waktu akan membentuk kekuatan batin pada diri seseorang.

Dengan demikian, kedisiplinan bukanlah suatu tata aturan atau penjara kehidupan yang membatasi ruang gerak dan merenggut kemerdekaan seseorang, melainkan suatu bentuk upaya yang mendatangkan kekuatan untuk mencapai prestasi.Karena menghindarkan diri dan perhatian anda dari hal yang tidak perlu, berarti memfokuskan energi yang anda miliki pada satu arah yang penting, yaitu arah pencapaian prestasi. Dan konsistensi sikap, memberikan kepastian bahwa energi itu akan tetap tersedia kapanpun anda butuhkan.

Tugas anda sekarang, adalah menemukan contoh praktisnya dalam konteks keseharian anda. Mulailah untuk memilah kegiatan yang anda hadapi kedalam kategori penting dan tidak begitu penting, katakan “ “Ya” pada yang penting, meskipun anda sangat menyukainya. Dan katakanlah “maaf / tidak,” pada hal yang tidak begitu penting karena anda memiliki hal penting untuk dilakukan. Saya jamin akan ada banyak hal seperti ini anda temukan dalam kehidupan anda. Anda tidak akan kehabisan contohnya jika anda bersedia mencobanya.

Jadi Mulailah praktekkan dalam kehidupan anda sehari-hari, mulailah dengan hal yang kecil, mulailah dari sekarang. Karena kedisiplinan adalah pilihan anda mulai sekarang.
Semoga bermanfaat……..

~ oleh Deden Rosdiyana pada 20/12/2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: